Akuntansi Perpajakan

Tax AOLSistem perhitungan dalam akuntansi perpajakan menjadi hal yang penting terutama di bidang perpajakan Indonesia. Hal ini berlaku semenjak ditetapkannya self assessment sehingga para fiskus atau petugas pajak, hingga tujuan di bidang akademis memerlukan akutansi perpajakan ini.

Kebijakan yang ditetapkan dalam self assessment ini mewajibkan individualisme maupun badan usaha yang wajib pejak untuk menghitung dan membayar pajak mereka. Perhitungan ini sebenarnya terjadi akibat prinsip dasar dari pajak yang telah ditetapkan di dalam undang-undang negara.

sedangkan masalah perhitungan yang terjadi dalam akuntansi tetap bersifat netral tanpa adanya kepemihakan terhadap apapun. Akutansi hanya bersifat untuk menegtahui jumlah perhitungan laba maupun rugi secara kormesial.

Sedangkan akuntansi walaupun umumnya bertujuan untuk mengetahui laba rugi (komersial), namun prinsip dasarnya tetap bersifat netral (tidak memihak) terhadap produk-produk yang dihasilkan akuntansi. Untuk itu, berikut tujuan akutansi perpajakan :

1. Perlindungan Terhadap Hak Negara

Tujuan akuntansi perpajakan yang pertama di dasari pada bagian fiskus dan juga negara yang menerima hak pajak tersebut. Tentunya, sebuah negara memiliki hak untuk bisa mendapatkan informasi mengenai kemampuan sebuah perusahaan yang berdiri dinegara tersebut.

Tidak hanya untuk kepentingan negara saja, pembayar pajak atau yang dinamai wajib pajak juga akan mendapatkan perhitungan yang tepat sehingga bis amemenuhinya dengan mudah. Perhitungan ini nantinya akan mengensampingkan estimasi atau perkiraan dan memberikan gambaran pasti.

2. Penyusunan Strategi Serta Perencanaan Pajak

Fungsi lainnya yang bisa didapatkan adalah untuk memastikan strategi maupun pola perencanaan yang tepat agar bisa memenuhi akomodasi pembayaran pajak. Hal ini pasti memberikan dampak besar bagi sebuah badan usaha.

Karena, nantinya mereka bisa menghitung bagaimana kemampuan dari perekonomian usaha tersebut untuk bisa melunasi akomodasi beban pajak miliknya. Jadi, pengelola badan usaha tersebut bisa mengetahui bagian mana saja yang bis ameringankan beban pajak serta jumlah wajib pajak yang harus dibayarkan.

3. Memberikan Analisa dan Prediksi Tentang Potensi Pajak Berikunya

Keuntungan yang didapatkan oleh wajib pajak adalah analisa dan potensi besaran pajak yang akan mereka bayarkan di masa yang akan datang. Hal ini tentunya memudahkan lembaga wajib pajak untuk mengalokasikan sumber dana untuk akomodasi pembayaran pajak tersebut nantinya.

Gambaran yang diberikan dalam analisa akuntansi perpajakan akan memberikan dampak terbaik untuk mempersiapkan pembayaran pajak ini. Tentunya, dibutuhkan keseimbangan antara 2 prinsip, yakni : konservatif dan konsistensi agar gambaran alokasi pajak masa depan menjadi lebih akurat.

4. Penerapan Proses Akutansi

Penerapan proses akutansi ini meliputi : pencactatan, pengakuan dan perhitungan terhadap pajak yang dimiliki. Untuk sebuah badan usaha maupun perusahaan, dilakukan penyajian data dalam sebuah bentuk laporan baik secara fisikal maupun secara komersial.

5. Mengembalikan Kesadaran Pembayaran Pajak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu tugas serta fungsi dari akuntansi pajak adalah untuk mengembalikan sikap wajib pajak. Karena hasil gambaran pajak yang diproses melalui perhitungan akutansi ini lebih akurat, jadi para wajib pajak akan lebih sadar untuk membayarkan kewajiban mereka.

Tidak hanya memberikan gambaran tentang seberapa banyak akomodasi yang harus dibayarkan dalam beban pajak, ini juga memberikan rasa nyaman bagi peserta wajib pajak. Kenapa? karena perhitungan akan dilakukan secara adil, pasti serta transparan. jadi, tidak akan ada yang merasa dirugikan apalagi ditipu.

6. Proses Evaluasi

Laporan akutansi akan selalu diarsipkan alias disimpan sebagai salh satu jenis dokumen penting pembanding. Informasi inilah yang nantinya dibutuhkan untuk bisa memberikan perbandingan terhadap periode satu dan periode lainnya.

Iklan